Sekolah Kuliner Berkualitas dengan Biaya Lebih Murah
Program 3 Bulan, Profesional 1 Tahun, D3 dan S1.
Jl. Kaliwaron 58 - 60, Surabaya. Telp/Fax : 031 5999593.
HP/SMS: 082230059993. Pin BB : 7FAD2F96
Line ID : tristarkaliwaron. Email : tristar_royal@yahoo.co.id

Kursus di Surabaya

Pages

Selasa, 14 Juli 2015

Simulasi kerja Nyata Matoa (Majapahit Tourism Academy)

   Pada tanggal 14 February dikenal sebagai hari kasih sayang atau biasa disebut Valentine days. Hari kasih sayang ini sekarang sudah mulai diasosiasikan oleh para pencinta yang saling bertukar notisi notisi dalam bentuk “valentines” adapun symbol modern valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati,gambar sebuah cupid bersayap,cokalat dan bunga mawar.
Aksi seru inilah yang dilakukan teman teman Mahasiswa Akpar Majapahit merayakan hari Valentine nya.





Acara ini dilakukan bertepatan pada sore hari (13/02/2014) menjelang perayaan hari kasih sayang tempatnya di Naomi Café & Resto.
Mereka bukan sekedar membagi gratis untuk pengguna jalan,sekaligus berpartisipasi dalam perayaan Valentine Days,namun mereka juga berjualan hasil produk mereka (Nasi bakar Traveling) untuk pengguna jalan sore itu.





 Apa itu Nasi Bakar traveling ??
Nasi bakar sudah dikenal akrab oleh masyarakat khususnya para backpacker yang sedang melancong.
entah darimana asal usul Nasi bakar sangat sulit untuk dilacak,hanya saja popularitas Nasi Bakar mulai naik di Kota Bandung dan sampai sekarang masih diburu pecinta pecinta kuliner seluruh Nusantara salah satunya di Surabaya.
Ciri khas Nasi Bakar Traveling yaitu lauknya yang berada di dalam nasi lalu dibungkus daun pisang ini dijadikan mereka sebagai produk andalan mereka,dan tak terduga bisa laris manis dijual disemua kalangan.
Sore itu mereka mampu menjual 30 bungkus Nasi Bakar Traveling dan 25 pasang coklat+Bunga.






                                                                                                                                    
Asal mula mereka berjualan berawal dari Pak Yuda (Dosen) yang mengajar Matakuliah Wirausaha di Triwulan Akhir. Dengan demikian mereka diberi kesempatan untuk berwirausaha ditengah tengah kesibukan kuliah. Hal inipun tidak menjadi beban bagi Mahasiswanya.
Menurut  Bagus Rizky (Mahasiswa Culinary Pagi 3) berkata bahwa “Saya Pribadi sangat senang dengan adanya program seperti ini,bisa menambah wawasan saya dan teman teman serta membekali saya untuk bisa berwirausaha sejak sekarang”.



Sistem ini adalah sebuah miniature program yang akan diterapkan di Tristar Culinary Institute Kaliwaron dan Jakarta oleh Pak Yuda selaku Dosen Culinary.
Tentunya hal ini tidak menjadikan Mahasiswa keberatan, karena selain untuk mencapai target nilai dalam Mata Kuliah Pak Yuda,mereka juga bisa belajar berwirausaha,Tim work yang baik, berinteraksi dengan konsumen,dan belajar menjadi pengusaha sejak dini.

“Tujuan dari program ini adalah untuk melatih kekompakan mereka,kegiatannya fun  dan melatih anak anak agar berjiwa social,karena semua penghasilan seluruhnya akan disumbangkan bagi yang membutuhkan .” Ungkap Pak Yuda.

Nasi Bakar Traveling ini tak hanya diproduksi dan dijual sehari/dua hari saja,namun karena semangat dan ketekunan mereka dalam menjual,Alhasil Produk mereka laris manis setiap harinya,dan akan diterapkan secara permanen (seterusnya tanpa mengganggu jadwal kuliah).
Memang,untuk Mata Kuliah Wirausaha ini Pak Yuda hanya memasang target seminggu saja berjualan,akan tetapi belum seminggu saja Produk mereka sudah banyak yang pesan dan balik modal sejak 3 hari setelah mereka berjualan,maka program memproduksi dan berjualan Nasi Bakar  ini akan berlaku dalam jangka waktu panjang atas dasar semangat mereka dalam berwirausaha.

1 Kelas terbagi atas 4 kelompok. Kelompok 1 inilah yang dipelopori oleh Bagus Rizki sejauh ini sudah mencapai target,dengan modal awal yang Rp.500.000 ,mereka mampu mengembalikan modal tersebut,bahkan menghasilkan 3 kali lipat dari modal awal.
“Harapan saya supaya teman teman tetap semangat,dan dengan program ini sangat bermanfaat serta bisa saya aplikasikan setelah lulus nanti untuk mempunyai usaha sendiri dibidang kuliner.” Sambung Bagus Rizky.
(/Nisa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar